5/22/09

PANTAI AIR MANIS DAN LEGENDA MALIN KUNDANG DI KOTA PADANG

Pantai Air Manis become major tourist spots in Kota Padang. Access to the area of Air Manis Beach tour with a mountain pass, pas there we want to be spelled out the climb quite high and steep, then the left side we can see the city and the factory Semen Padang , with a rather sharp bend and on the left side right still growth weed, so that the driver was quite distressing, and also the size of the narrow path to load for a car only. Beach, located in the Southern District of Padang, the trip can be with the land about 30 minutes from the city center.

malin kundang legend will greet holiday time entering foot on the sand brown whiteness. stone reliefs decorate the story of master Kundang beach tourism area plateau in the leisure visitor. Perhaps it is reported, is a large stone vessel, and large master Jasad Kundang the stranded. According to the legend of the people, and the ship master Kundang be condemned because kedurhakaannya stone on the parents.

Nan broad sloping beach at Pantai Air Manis provide a location for visitors to play. Even at the ebb and flow, pegunjung biota can see the sea swell to the surface. With walking, you can also go to Banana Small island which is located not far from the edge Beach Air Manis. Islands that are not so knowledgeable, and can be used as health while enjoying the moment a stock of food was originally prepared.

Pulau Pisang Small tree decorated with Cashew Kaliang that the visitor can enjoy for free. But remember, do not be too long to enjoy the atmosphere on the island. Because, one to several hours, water will be gradually increased so that normal access to the Small Island Bananas can not go on foot.

Not infrequently, the young in the city of Padang also utilize Air Manis Beach as a place to camp. Pounding waves roll in the area also used for surfing the surfer.

====================================================================
PANTAI AIR MANIS DAN LEGENDA MALIN KUNDANG DI KOTA PADANG

Pantai Air Manis menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Kota Padang. Akses menuju kawasan wisata Pantai Air Manis dengan melewati sebuah bukit, pas mau ke sana kita dihadapkan dengan tanjakan yang dibilang agak tinggi dan curam, kemudian sebelah kiri kita bisa melihat pemandangan Kota Padang dan pabrik Semen Padang, dengan tikungan yang agak tajam dan di samping kiri kanan masih ditumbuhi rumput liar, sehingga agak menyusahkan para sopir, dan juga ukuran jalannya yang sempit hingga muat untuk satu mobil saja. Pantai yang terletak di Kecamatan Padang Selatan tersebut, bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 30 menit dari pusat kota.

Legenda Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan. Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon kabarnya, batu besar tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. Menurut legenda rakyat, Malin Kundang dan kapalnya dikutuk menjadi batu karena kedurhakaannya pada orang tua.

Pantai landai nan luas di Pantai Air Manis memberikan lokasi bermain bagi para pengunjung. Bahkan di saat pasang surut, pegunjung bisa melihat biota laut yang menyembul ke permukaan. Dengan berjalan kaki, Anda pun bisa menuju pulau Pisang Kecil yang berada tak jauh dari tepian Pantai Air Manis. Pulau yang tak begitu luas tersebut, bisa dijadikan tempat peristirahatan sejenak sambil menikmati bekal makanan yang telah dipersiapkan semula.

Pulau Pisang Kecil dihiasi dengan pohon Jambu Kaliang yang bisa dinikmati para pengunjung dengan gratis. Tapi ingat, jangan terlalu lama menikmati suasana di pulau tersebut. Karena, berselang beberapa jam, air pasang akan berangsur-angsur naik seperti sediakala sehingga akses menuju Pulau Pisang Kecil tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki.

Tak jarang, kalangan muda di Kota Padang juga memanfaatkan Pantai Air Manis sebagai tempat perkemahan. Debur ombak bergulung di daerah tersebut juga dimanfaatkan para peselancar untuk berselancar.

No comments:

Post a Comment